terhentak garuda menderu-deru
lelah mata, terlupakan sirnah
saat mentari menyembur di ufuk timur
kemilau cahaya menembus gelapnya gulita
saat kaki berdiri menepi
di tepi incheon ku hangatkan diri
tangan kaku, bibir membisu
titik-titik salju menyelimuti haru
tersadar bukan di pekanbaru
ini bukan sekedar mimpi
ulsan bawi menjadi saksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar